Apa itu Produk dan Layanan?
Produk adalah barang berwujud yang dipasarkan untuk dibeli, diperhatikan, atau dikonsumsi, sedangkan jasa adalah barang tidak berwujud, yang muncul dari hasil kerja satu orang atau lebih. Meskipun tampaknya perbedaan utama antara kedua konsep tersebut didasarkan pada sifatnya yang nyata, hal itu tidak selalu demikian. Dalam kebanyakan kasus, jasa bersifat tidak berwujud, tetapi produk tidak selalu berwujud.

Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa produk dan layanan saling terkait erat. Bahkan, sebagian besar produk memiliki unsur layanan. Misalnya, ketika konsumen membeli mobil, produk tersebut disertai dengan banyak tanggung jawab layanan lainnya, seperti tune-up dan perawatan.
Meskipun demikian, ada perbedaan yang jelas antara kedua konsep tersebut, dan penting bagi seseorang untuk memahami definisi kerjanya.
Berwujud vs. Tidak Berwujud
Menilai kualitas produk yang nyata sangatlah mudah. Karena sebagian besar produk dapat dihitung, disentuh, dan dilihat, konsumen dapat menilai ketahanannya dengan memeriksanya. Contoh kasus yang bagus adalah ketika seseorang membeli rumah. Pembeli akan memeriksa setiap sudut dan celah rumah, termasuk loteng, ruang bawah tanah, fondasi, setiap ruangan, dan banyak lagi.
Sebaliknya, layanan bukanlah sesuatu yang dapat dirasakan atau dicoba sebelum membayarnya. Misalnya, seseorang membutuhkan inspektur profesional untuk mengidentifikasi masalah tersembunyi sebelum memutuskan untuk membeli rumah. Seberapa berpengalamankah inspektur tersebut dalam hal perpipaan, atap, dan masalah struktural lainnya?
Singkatnya, klien tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang keahlian inspektur hingga tugas tersebut mulai berjalan. Klien dapat membaca ulasan daring, meminta kredensial inspektur, serta foto sebelum dan sesudah pekerjaan sebelumnya, tetapi tidak ada cara pasti untuk mengevaluasi kualitas layanan hingga layanan tersebut diberikan.
Produksi vs. Interaksi
Calon pembeli mobil biasanya memeriksa garis bodi mobil, merasakan bahan kulit yang digunakan pada jok, dan melakukan uji coba mobil sebelum memutuskan untuk membeli mobil atau tidak. Karena mobil adalah sebuah produk, pembeli mengetahui lini produksi spesifik kendaraan tersebut, dan masih banyak lagi yang serupa. Bahkan, ada mobil lain yang identik dengan mobil yang akan dibeli.
Namun, bagaimana dengan layanan yang diterima pembeli mobil dari dealer mobil? Cara seorang penjual mobil berinteraksi dengan satu pembeli tidak sama dengan cara ia berinteraksi dengan pembeli lainnya. Jika pembeli mobil beruntung, ia mungkin menemukan penjual yang berpengetahuan luas, sopan, dan bersedia bernegosiasi. Jika tidak, penjual mobil tersebut mungkin kurang informasi atau bersikap acuh tak acuh.
Yang mudah rusak vs. Yang tidak mudah rusak
Cara terbaik untuk menggambarkan produk yang mudah rusak adalah dengan mempertimbangkan pemilik restoran. Jika orang tersebut tidak memahami konsep pembusukan dan pengurangan limbah, ia berisiko menghancurkan bisnisnya karena sebagian besar makanan segar akan rusak dalam beberapa hari. Contoh lainnya adalah teknologi. Bahkan beberapa produk yang tidak berwujud seperti perangkat lunak akan menjadi usang pada suatu saat. Produk yang tidak mudah rusak meliputi barang-barang seperti perhiasan dan suku cadang mobil.
Namun, apakah perbedaan antara yang mudah rusak dan yang tidak mudah rusak ada dalam jasa? Jasa dapat digambarkan sebagai barang yang mudah rusak tetapi tidak dapat rusak. Jasa yang mudah rusak berarti jasa tersebut berumur pendek. Idealnya, jasa tersebut dikonsumsi segera setelah diproduksi. Tidak seperti produk, jasa tidak dapat disimpan untuk digunakan kemudian.
Layanan yang mudah rusak seperti tiket pesawat, perbaikan mobil, hiburan teater, dan manikur. Jika seseorang membeli tiket pesawat untuk hari tertentu, lalu ia menderita flu dan tidak dapat bepergian, tiket tersebut akan kedaluwarsa. Sifat mudah rusak dari beberapa layanan membuat sulit untuk menyeimbangkan penawaran dan permintaan .
Meningkatnya Permintaan Produk dan Layanan
Berdasarkan sejarah, jelas bahwa produsen perlu mengadaptasi atau mengganti produk setelah produk tersebut menjadi usang. Pertimbangkan bagaimana situs web dan e-book telah menggantikan buku kertas atau bagaimana cakram padat telah menggantikan kaset dan DVD. Dalam kasus lain, layanan juga telah menjadi pengganti produk tertentu. Misalnya, layanan streaming yang ditawarkan oleh perusahaan hiburan seperti Netflix sekarang lebih disukai oleh banyak orang daripada program DVD dan televisi kabel atau satelit.
Ringkasan
Produk hanyalah objek yang diproduksi, disimpan, diangkut, diiklankan, dan kemudian dijual. Sementara produk dapat berupa benda berwujud atau tidak berwujud, layanan bersifat tidak berwujud. Perbedaan antara produk dan layanan didasarkan pada berbagai faktor, termasuk sifat berwujud, mudah rusak, variabilitas, dan heterogenitas.
0 Komentar